Bekal Iman Jelang RamadhanRamadhan adalah bulan yang sangat mulia. Ia bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan ibadah, Al-Qur’an, dan pembinaan iman. Karena itu, para salafus shalih mempersiapkan diri jauh hari agar Ramadhan benar-benar menjadi momen perubahan.
Allah Ta’ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Ramadhan adalah takwa, sehingga persiapannya harus mencakup hati, ilmu, dan amal.
1. Meluruskan Niat Ibadah
Persiapan paling utama adalah memperbaiki niat. Puasa Ramadhan adalah ibadah besar yang hanya diterima jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”
(HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Niatkan Ramadhan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kualitas iman.
2. Taubat Nasuha Sebelum Ramadhan
Dosa dapat menghalangi seseorang dari kenikmatan ibadah. Karena itu, taubat menjadi bekal penting sebelum Ramadhan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
(QS. At-Tahrim: 8)
Taubat nasuha mencakup menyesali dosa, meninggalkannya, bertekad tidak mengulangi, dan mengembalikan hak orang lain jika ada.
Baca juga Doa Melihat Hilal Sunnah
3. Mempelajari Ilmu Puasa
Ibadah tanpa ilmu bisa salah dan tidak diterima. Maka, penting mempelajari fiqih puasa sebelum Ramadhan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajari rukun puasa, pembatal puasa, adab puasa, tarawih, i’tikaf, dan zakat fitrah dari sumber Ahlus Sunnah yang terpercaya.
4. Membiasakan Ibadah Sunnah
Para salaf mempersiapkan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah sunnah, seperti puasa Senin-Kamis, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, dan dzikir.
Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Syaban”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
5. Menyambut Ramadhan dengan Gembira
Bergembira menyambut Ramadhan adalah tanda iman, karena Ramadhan penuh ampunan dan pahala.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Telah datang kepada kalian Ramadan, suatu bulan yang penuh dengan berkah. Allah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa di bulan itu. Pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Pada bulan itu, setan-setan yang bandel pun dibelenggu. Pada bulan itu, Allah memiliki suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya, maka sungguh dia telah terhalang dari kebaikan.”
( HR. Ahmad dan An-Nasa’i. Hadis dinyatakan jayyid oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat.)
6. Menyiapkan Hati dengan Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Tentukan target tilawah, baca terjemah dan tafsir ringkas, serta biasakan mendengarkan murattal.
7. Menjaga Akhlak dan Lisan
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari akhlak buruk.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan .”
(HR. Bukhari no. 1903)
Perbaiki akhlak, jaga lisan, dan pererat hubungan dengan sesama muslim.

Foto by: pixbay
Ramadhan adalah tamu agung yang datang sebentar, namun membawa keberkahan yang besar bagi siapa saja yang mempersiapkan diri. Dengan bekal iman, ilmu, dan amal shalih, semoga Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki hati, mendekat kepada Allah, dan menata kembali arah hidup kita.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan iman yang lebih baik, serta menerima setiap amal ibadah yang kita lakukan dengan penuh keikhlasan.
“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan dan terimalah amal-amal kami.”
Referensi
-
TafsirWeb. (n.d.). Surat Al-Baqarah Ayat 183 Arab, Latin, Terjemah dan Tafsir. Diambil dari https://tafsirweb.com/687-surat-al-baqarah-ayat-183.html
-
Pertiwi, D. (2016, 3 September). Orang yang Diinginkan Kebaikan oleh Allah. Muslimah.or.id. Diambil dari https://muslimah.or.id/8895-orang-yang-diinginkan-kebaikan-oleh-allah-2.html
-
Rumaysho.com. (n.d.). Hadits Arbain #01: Setiap Amalan Tergantung pada Niat. Diambil dari https://rumaysho.com/16311-hadits-arbain-01-setiap-amalan-tergantung-pada-niat.html
-
Wahyudi, A., S.Si. (2024, 9 Maret). Menyambut Bulan Penuh Kebaikan. Muslim.or.id. Diambil dari https://muslim.or.id/92332-menyambut-bulan-penuh-kebaikan.html
-
Rumaysho.com. (n.d.). Jangan Biarkan Puasamu Sia-sia. Diambil dari https://rumaysho.com/469-jangan-biarkan-puasamu-sia-sia.html
-
Rumaysho.com. (2009, 22 Juli). Banyak Berpuasa di Bulan Syaban. Diambil dari https://rumaysho.com/384-banyak-berpuasa-di-bulan-syaban.html

