Doa Melihat Hilal Sunnah

Doa Melihat Hilal Sunnah

Doa melihat hilal sunnah. Melihat hilal (bulan sabit pertama) merupakan momen penting dalam Islam, terutama sebagai penanda masuknya bulan-bulan ibadah seperti Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus yang dibaca ketika melihat hilal, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits hasan.

Artikel ini menyajikan doa ketika melihat hilal dan melihat bulan berdasarkan hadits Nabi ﷺ, disertai keterangan derajat hadits dan sumber rujukan, tanpa mengubah teks asli hadits maupun maknanya, agar tetap sesuai dengan kaidah ilmiah dan tuntunan ulama.


Doa Ketika Melihat Hilal

Hadits No. 542 (Hasan)

Telah diriwayatkan di dalam Musnad ad-Darimi dan Jaami’ at-Tirmidzi dari Thalhah bin ‘Ubaidillah, bahwa Nabi ﷺ jika melihat hilal, beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ الله

Allāhumma ahillahu ‘alainā bil-yumni wal-īmān, was-salāmati wal-islām, rabbī wa rabbuka Allāh.

Artinya:

“Ya Allah, tampakkanlah hilal kepada kami dengan membawa kesejahteraan, keimanan, keselamatan dan keislaman. Rabb-ku dan Rabb-mu adalah Allah.”

At-Tirmidzi mengatakan: “Hadits (ini) hasan.”

Hadits ini tercantum dalam:

  • Shahiih Kitaab al-Adzkaar wa Dha’iifuhu, Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali no. 394

Hadits ini hasan lighairihi, diriwayatkan oleh:

  • at-Tirmidzi (3451)
  • ad-Darimi (II/4)
  • Ahmad (1/162)
  • al-Hakim (IV/285)

Melalui jalur Sulaiman bin Sufyan, ia mengabarkan, Bilal bin Yahya bin Thalhah bin ‘Ubaidillah memberitahuku dari ayahnya, dari kakeknya secara marfu’.

Penjelasan sanad:

“Ini adalah sanad yang dha’if, karena Sulaiman dan syaikhnya, Bilal bin Yahya adalah dha’if. Hanya saja, ia diperkuat oleh hadits setelahnya.”

Baca juga Semangat Salaf Menjaga Tilawah


Doa Ketika Melihat Hilal dan Bulan

Hadits No. 543 (Hasan)

Telah diriwayatkan di dalam Musnad ad-Darimi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

“Rasulullah ﷺ jika melihat hilal, beliau mengucapkan:”

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُمَّ أَهِلَّهُ بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله

 

Allāhu akbar, Allāhumma ahillahu bil-amni wal-īmān, was-salāmati wal-islām, wat-taufīqi limā tuḥibbu wa tarḍā, rabbunā wa rabbuka Allāh.

Artinya:

“Allah Mahabesar. Ya Allah, tampakkanlah hilal kepada kami dengan membawa rasa aman, keimanan, keselamatan, dan keislaman serta taufiq kepada apa yang Engkau sukai dan ridhai. Rabb kami dan Rabb-mu adalah Allah.”

Hadits ini dinilai hasan dan menjadi penguat bagi hadits sebelumnya.

 

Foto by: pixbay


Doa ketika melihat hilal dan bulan merupakan sunnah Nabi ﷺ yang penuh makna. Di dalamnya terkandung permohonan akan keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman, serta taufiq untuk meraih keridaan Allah. Mengamalkan doa ini adalah bentuk ittiba’ (mengikuti) Rasulullah ﷺ dan pengingat bahwa setiap pergantian waktu berada di bawah kekuasaan Allah سبحانه وتعالى.

Semoga Allah menjadikan setiap bulan yang kita masuki sebagai bulan yang penuh keberkahan, ketaatan, dan ampunan. Aamiin.

Referensi

Al-Hilali, Syaikh Salim bin ‘Ied. Shahih dan Dha‘if Kitab Al-Adzkar: Kumpulan Do‘a dan Dzikir. Jilid 1, hlm. 593–594. Jakarta: Pustaka Imam Syafi‘i, 2004.