Larangan Menyakiti Sesama. Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, menjaga kehormatan sesama, serta melarang segala bentuk perbuatan yang dapat menyakiti orang lain, baik dengan ucapan maupun tindakan. Seorang Muslim sejati adalah orang yang mampu menjaga lisan dan tangannya sehingga kaum Muslimin lainnya merasa aman darinya.
Dalil Al-Qur’an tentang Larangan Menyakiti Orang
Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا
Artinya:
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”
(QS. Al-Ahzab: 58)
Ayat ini menunjukkan bahwa menyakiti kaum Mukminin tanpa alasan yang benar merupakan dosa besar. Perbuatan tersebut termasuk kebohongan dan kezaliman yang nyata di sisi Allah Ta’ala.

Foto by:pixbay
Hadits tentang Muslim yang Menjaga Lisan dan Tangan
Teks Hadits
١٥٦ – وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ هِ قَالَ قَالَ رَسُولُ الله :
(الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ)
(متفق عليه)
Artinya:
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin dapat selamat dari gangguan lidah dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
(Muttafaq ‘alaih)
Pengesahan Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh:
- Imam al-Bukhari (1/33 – Fath al-Bari)
- Imam Muslim (41)
Kosa Kata Asing
- الهجر (al-hajr) : meninggalkan
Kandungan Hadits
Beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari hadits ini antara lain:
- Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah ketika kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
- Keislaman yang baik menunjukkan hubungan yang baik antara seorang hamba dengan Rabb-nya.
- Lidah merupakan juru bicara bagi isi jiwa seseorang, demikian pula tangan mencerminkan perbuatannya.
- Seorang Muslim wajib menjauhi segala sesuatu yang dapat mengganggu dan membahayakan kaum Muslimin.
- Islam sangat memperhatikan kebersihan jiwa dari dosa-dosa, mendorong amal shalih, menghiasi diri dengan ketaatan, serta menjauhi kefasikan dan kemaksiatan.
Hadits tentang Memperlakukan Orang Lain dengan Baik
Teks Hadits
١٥٠ – وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
(مَنْ أَحَبَّ أَن يُحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ)
(رواه مسلم)
Artinya:
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka hendaklah ketika kematian mendatanginya dia tetap beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah dia memperlakukan orang lain sebagaimana dia senang diperlakukan seperti itu.”
(HR. Muslim)
Hikmah dan Pelajaran
Hadits ini mengandung ajaran agung tentang akhlak seorang Muslim. Seseorang tidak cukup hanya beribadah kepada Allah, tetapi juga wajib menjaga hubungan baik dengan manusia.
Beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
- Beriman kepada Allah dan hari akhir merupakan sebab keselamatan dari Neraka.
- Memperlakukan orang lain dengan baik adalah bagian dari kesempurnaan iman.
- Seorang Muslim hendaknya mencintai kebaikan bagi orang lain sebagaimana dia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri.
- Islam mengajarkan akhlak mulia, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Baca juga Dosa Kesaksian Palsu
Islam melarang segala bentuk perbuatan yang menyakiti orang lain, baik melalui ucapan, tulisan, maupun tindakan. Seorang Muslim sejati adalah orang yang mampu menjaga lisan dan tangannya sehingga orang lain merasa aman darinya.
Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia termasuk bagian dari kesempurnaan iman dan sebab seseorang mendapatkan keselamatan di akhirat. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya berusaha menghiasi diri dengan akhlak mulia, menjauhi gangguan terhadap orang lain, serta memperlakukan sesama dengan kebaikan dan kasih sayang.

