Keutamaan Shalawat Nabi ﷺ

Keutamaan Shalawat Nabi ﷺ

Keutamaan Shalawat Nabi ﷺ. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita lupa untuk menghadirkan cinta kepada Rasulullah ﷺ dalam bentuk yang sederhana namun penuh makna, yaitu bershalawat. Padahal, di tengah kesibukan dan berbagai urusan, shalawat bisa menjadi amalan ringan yang mendatangkan ketenangan hati sekaligus mendekatkan diri kepada Allah. Setiap kali kita melantunkannya, ada harapan akan turunnya rahmat, diampuninya dosa, dan bertambahnya keberkahan dalam hidup kita.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzaab: 56)


Penjelasan Ayat

Dalam ayat ini, Allah memuliakan Rasul-Nya, baik semasa hidup beliau maupun setelah wafatnya. Allah menunjukkan kedudukan beliau yang tinggi di sisi-Nya, sekaligus membersihkan beliau dari segala tuduhan, tindakan, atau prasangka buruk dari manusia.


Makna shalawat dalam ayat tersebut dijelaskan sebagai berikut:

  • Shalawat dari Allah: pujian Allah kepada Rasulullah di hadapan para malaikat.
  • Shalawat dari para malaikat: doa dan istighfar untuk beliau.
  • Shalawat dari umat beliau: doa serta pengagungan terhadap beliau dan perintahnya.

Penjelasan ini merupakan pemahaman para ulama Salaf, sebagaimana ditegaskan oleh Imam al-Bukhari dengan sanad mu’allaq dari Abul ‘Aliyah.

Foto by:pixbay


Catatan Penting

  1. Disunnahkan bagi seorang penulis untuk menuliskan shalawat kepada Nabi secara lengkap dan tidak disingkat setiap kali menyebut nama beliau.
  2. Disunnahkan membaca shalawat disertai dengan salam (taslim), tidak hanya salah satunya saja. Hal ini jelas sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.
  3. Ketika bershalawat kepada Nabi ﷺ, dianjurkan juga bershalawat dan mengucapkan salam kepada para nabi dan rasul lainnya, karena mereka semua adalah utusan Allah.
  4. Tidak diperbolehkan bershalawat kepada selain para nabi dan rasul, karena hal tersebut termasuk syi’ar ahli bid’ah yang tidak boleh diikuti.
  5. Dalam penulisan, hendaknya para sahabat Nabi diperlakukan secara adil dan sama dalam penghormatan. Tidak dibedakan antara satu dengan yang lain, seperti Abu Bakar, ‘Umar, dan Amirul Mukminin ‘Utsman. Sikap ini merupakan bentuk adab dalam memuliakan seluruh sahabat Nabi.

Hadits 

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ يَقُولُ: (مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا) (رواه مسلم)

 Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda:
“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)

Pengesahan hadits:
Diriwayatkan oleh Muslim (284).

Baca juga Makanan Favorit Rasulullah ﷺ


Kandungan Hadits

  • Anjuran untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ karena mengandung pahala yang besar dan kebaikan yang luas.
  • Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang Dia kehendaki.
  • Shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ menjadi sebab turunnya rahmat Allah kepada seorang hamba.

Footnote
Al-Hilali, Salim bin ‘Ied. Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 4. Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i, 2007.