Memaafkan Orang lain. Teladan Agung Rasulullah ﷺ
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ يَهُوْدِيَّةً أَتَتِ النَّبِيَّ ﷺ بِشَاةٍ مَسْمُوْمَةٍ، فَأَكَلَ مِنْهَا، فَجِيءَ بِهَا، فَقِيلَ: أَلَا نَقْتُلُهَا؟ قَالَ: «لَا» . قَالَ: فَمَا زِلْتُ أَعْرِفُهَا فِي لَهَوَاتِ رَسُوْلِ اللَّهِ ﷺ.
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang wanita Yahudi datang kepada Nabi ﷺ dengan membawa daging domba beracun, lalu beliau memakannya. Wanita itu kemudian dihadapkan kepada beliau. Para sahabat berkata, “Apakah sebaiknya kita bunuh dia?” Beliau menjawab, “Jangan.” Anas berkata, “Aku masih mengenali bekas racun itu pada langit-langit mulut Rasulullah ﷺ.”
Penjelasan Kata
-
لهوات (lahawāt): bentuk jamak dari al-lahah, yaitu bagian anak lidah atau daging di langit-langit mulut, terletak di atas tenggorokan.
Kandungan dan Pelajaran dari Hadits
1. Boleh menerima hadiah dari non-Muslim
Rasulullah ﷺ menerima pemberian meskipun dari seorang wanita Yahudi. Hal ini menunjukkan kelapangan interaksi sosial dalam Islam.
2. Nabi tidak mengetahui perkara ghaib kecuali yang Allah wahyukan
Hadits ini membantah keyakinan kelompok yang menganggap Nabi mengetahui semua hal gaib. Faktanya, beliau baru mengetahui adanya racun setelah Allah memperlihatkan dampaknya.
3. Keteladanan akhlak mulia Rasulullah ﷺ
Meski hampir terbunuh karena perbuatan jahat wanita itu, Nabi ﷺ tidak membalas dendam. Beliau lebih memilih untuk memaafkan, menunjukkan keluhuran akhlak seorang utusan Allah.
4. Mukjizat Rasulullah ﷺ
Racun yang mematikan tidak langsung membinasakan beliau. Ini merupakan bukti nyata perlindungan Allah kepada Nabi-Nya.
Baca juga Makanan Favorit Rasulullah ﷺ
Hikmah yang Bisa Dipetik
-
Memaafkan lebih mulia daripada membalas: Rasulullah ﷺ mencontohkan bahwa kekuatan seorang mukmin bukan pada balas dendam, melainkan pada kesabaran dan keikhlasan memberi maaf.
-
Menahan amarah adalah tanda kekuatan iman.
-
Akhlak mulia mampu melembutkan hati manusia, bahkan musuh sekalipun.
Kesimpulan
Hadits tentang wanita Yahudi yang memberikan daging beracun ini mengajarkan kepada kita tentang kemuliaan akhlak Rasulullah ﷺ dalam memaafkan. Beliau mampu membalas, tetapi justru memilih untuk memaafkan.
Sebagai umatnya, sudah seharusnya kita meneladani beliau dengan bersabar, menahan amarah, dan berlapang dada dalam menghadapi kesalahan orang lain.
Bogor, 27 September 2025
Ummu Harits
Referensi
-
Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab al-Hibah, Bab Qabul al-Hadiyyah min al-Musyrikin, no. 2617.
-
Muslim, Shahih Muslim, Kitab as-Salam, Bab as-Samm, no. 45.
-
Al-Bukhari, Al-Adab al-Mufrad, syarah: Syaikh Dr. Muhammad Luqman as-Salafi, Jakarta: Griya Ilmu, 2009.

