Kisah Adam dan Hawa

Kisah Adam dan Hawa

Kisah Adam dan Hawa. Pelajari kisah Nabi Adam dan Hawa di surga, bagaimana setan menipu keduanya, serta hikmah besar yang Allah ajarkan tentang ketaatan, ujian, dan ampunan.

Tinggalnya Adam dan Hawa di Jannah dan Tipu Daya Setan

Firman Allah tentang Adam dan Hawa

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Dan Kami berfirman, Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula.”
(QS. Al-Baqarah: 35–36)


Makna Tinggalnya Adam dan Hawa di Surga

Allah berfirman, “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini.”
Artinya, jadikanlah Jannah sebagai tempat tinggal dan ketenangan. Tempat penuh kenikmatan dan kedamaian.

Istri yang dimaksud adalah Hawa. Dalam bahasa Arab yang fasih, kata istri disebut Zauj, tanpa huruf ha di akhirnya. Namun, sebagian ulama juga menggunakan bentuk Zaujah. Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hai fulan, ini adalah zaujatī (istriku)…” (HR. Muslim)


Tentang Asal Penciptaan Hawa

Sering disebut bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam yang sebelah kiri. Namun, tidak ada hadis shahih yang menyebutkan hal tersebut secara jelas. Hadis-hadis yang ada hanya menunjukkan bahwa penciptaan Hawa merupakan bagian kedua dari penciptaan manusia.

Hadis marfu’ dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Dan wasiatkanlah kebaikan kepada kaum wanita, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk. Tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu berusaha meluruskannya, kamu akan mematahkannya; namun jika kamu membiarkannya, kamu bisa bersenang-senang dengannya dalam keadaan tetap bengkok.”
(HR. Al-Bukhari 9/218–219, Muslim no. 1468)

Hadis ini tidak menyatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, melainkan mengibaratkan wanita seperti tulang rusuk—lembut dan memiliki karakter yang khas.

Al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah (9/162) juga menyebutkan bahwa “wanita itu seperti tulang rusuk, tidak akan konsisten dalam satu keadaan.”


Perbedaan Pendapat Tentang Lokasi Jannah

Para ulama berbeda pendapat tentang di mana letak Jannah tempat Adam dan Hawa tinggal.

  • Sebagian berpendapat bahwa Jannah tersebut berada di bumi,

  • Sementara yang lain berpendapat bahwa itu adalah Jannah tempat pembalasan (surga akhirat).

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam Hadil Arwah ila Bilad al-Afrah menjelaskan kedua pendapat ini dengan rinci, menyebutkan dalil masing-masing, dan menegaskan bahwa kedua pendapat memiliki kekuatan yang sama. Karena itu, yang terbaik adalah tidak memperdebatkannya terlalu jauh.
Wallahu Ta‘ala A‘lam.


Tipu Daya Setan

Firman Allah, “Lalu keduanya digelincirkan oleh setan.”
Artinya, Adam dan Hawa dibujuk oleh setan hingga tergelincir dalam dosa. Ada yang menafsirkan bahwa setan membisiki keduanya secara halus, dan ada pula yang berpendapat bahwa setan berbicara langsung kepada mereka.

Pendapat kedua ini dipegang oleh jumhur ulama, dengan dalil firman Allah:

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ
“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.’”
(QS. Al-A‘raf: 21)

Karena sumpah biasanya dilakukan dengan berbicara langsung, maka banyak ulama memahami bahwa setan benar-benar berdialog dengan keduanya.

Baca juga Mendidik Melalui Perumpamaan


Turunnya Adam dan Hawa ke Bumi

Firman Allah, “Dan dikeluarkan dari keadaan semula.”
Maksudnya, setan memalingkan keduanya dari ketaatan menuju kemaksiatan.

Menurut sebagian tafsir, kata ganti “ha” dalam ayat tersebut merujuk pada Jannah, sehingga makna ayat adalah “setan menjauhkan keduanya dari surga.”
Perbuatan ini dinisbatkan kepada setan karena dialah yang menjadi penyebab tergelincirnya Adam dan Hawa hingga memakan buah terlarang.

Disebutkan dalam sebagian riwayat bahwa Adam diturunkan di daerah Sarnadib (India), tepatnya di Gunung Nud, sedangkan Hawa diturunkan di Jeddah. Dari keduanya, lahirlah seluruh keturunan manusia.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا سَكَنَ آدَمُ الْجَنَّةَ إِلَّا مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ
“Adam tidak tinggal di dalam Jannah kecuali hanya dalam waktu antara shalat Asar hingga terbenam matahari.”
(Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid dan al-Hakim, dan beliau menshahihkannya).

Foto by: pixbay


Hikmah di Balik Kisah Ini

Kisah ini mengajarkan bahwa setan adalah musuh nyata bagi manusia. Ia akan selalu berusaha menyesatkan keturunan Adam dari jalan ketaatan. Namun, Allah juga menunjukkan kasih sayang-Nya—karena setelah tergelincir, Adam dan Hawa bertaubat dan Allah menerima taubat keduanya.

Kisah ini bukan hanya sejarah, tetapi juga pelajaran hidup bagi kita semua:
agar tidak mudah tertipu oleh bisikan setan, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan dan istighfar.


Referensi

  1. Syaikh Muhammad Siddiq Hasan Khan. Tafsir Ayat-Ayat Wanita. Klaten: Wafa Press, 2011.

  2. Dr. Musytafa Murad. Biografi Istri-Istri Para Nabi. Sukoharjo, Jawa Tengah: Qiblatuna, 2014.