Syukur Pembuka Nikmat. Pernahkah kita bertanya, mengapa hidup terasa lebih tenang dan penuh keberkahan saat kita banyak mengucapkan Alhamdulillah? Dalam Islam, pujian dan syukur kepada Allah bukan sekadar ucapan, tetapi kunci bertambahnya nikmat dan kesempurnaan ibadah. Melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah ﷺ, kita akan memahami keutamaan syukur, dahsyatnya dzikir, serta bagaimana keduanya membuka pintu keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Ta’ala berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Allah Ta’ala menjelaskan betapa sempurnanya nikmat yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya, baik yang tampak (zhahir) maupun yang tersembunyi (batin). Setelah itu, Allah menganjurkan agar manusia senantiasa mengingat dan bersyukur kepada-Nya.
Hal ini menunjukkan bahwa dzikir dan syukur merupakan kunci utama kesempurnaan ibadah.
- Siapa yang mengingat Allah, berarti ia telah bersyukur kepada-Nya.
- Siapa yang bersyukur, maka ia akan semakin memperindah ibadahnya.
Janji Allah bagi Orang yang Bersyukur
Barang siapa mengingat Rabb-nya, maka Allah akan mengingatnya.
Barang siapa bersyukur atas nikmat-Nya, maka Allah pasti akan menambah nikmat tersebut.
Allah Ta’ala berfirman:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…”
(QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini menegaskan bahwa syukur adalah sebab bertambahnya nikmat. Oleh karena itu, Allah tidak hanya memerintahkan syukur, tetapi juga menjanjikan tambahan kebaikan bagi orang-orang yang melakukannya.
Kemuliaan Pujian kepada Allah
Allah Ta’ala juga berfirman:
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ
“Dan katakanlah: Segala puji bagi Allah…”
(QS. Al-Isra’: 111)
Ayat ini menunjukkan bahwa memuji Allah (tahmid) adalah amalan yang sangat mulia. Bahkan Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk senantiasa mengucapkannya.
Selain itu, Allah menggambarkan keadaan penghuni surga:
وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“…Dan penutup doa mereka adalah: ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin’.”
(QS. Yunus: 10)
Ini menunjukkan bahwa pujian kepada Allah akan terus mengiringi kehidupan, bahkan hingga di surga.
Allah Maha Terpuji dalam Segala Keadaan
Allah memuji diri-Nya dalam berbagai keadaan: saat menciptakan makhluk, menurunkan kitab, dan dalam banyak kesempatan lainnya.
Sebagaimana firman-Nya:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab kepada hamba-Nya…”
(QS. Al-Kahfi: 1)
Hal ini menunjukkan bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Terpuji di dunia dan di akhirat, dalam setiap kondisi dan waktu.
Keadaan Penghuni Surga
Dalam hadits shahih disebutkan:
إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّحْمِيدَ كَمَا تُلْهَمُونَ النَّفَسَ
“Sesungguhnya penghuni surga diilhami untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana kalian diilhami untuk bernapas.”
Ini menunjukkan bahwa dzikir di surga terjadi secara alami, sebagaimana manusia bernapas. Hal ini karena mereka menyaksikan nikmat Allah yang terus bertambah tanpa batas.
Hadits: Memilih Fitrah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ أُتِيَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ بِقَدَحَيْنِ مِنْ خَمْرٍ وَلَبَنٍ فَنَظَرَ إِلَيْهِمَا فَأَخَذَ اللَّبَنَ، فَقَالَ جِبْرِيلُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَاكَ لِلْفِطْرَةِ، لَوْ أَخَذْتَ الْخَمْرَ غَوَتْ أُمَّتُكَ
(HR. Muslim)
Artinya:
Dari Abu Hurairah, bahwa pada malam Isra’, Nabi ﷺ diberi dua gelas: satu berisi khamer dan satu berisi susu. Setelah memperhatikan keduanya, beliau memilih susu. Maka Jibril berkata:
“Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkanmu kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamer, niscaya umatmu akan tersesat.”
Kosa Kata
- الفطرة (al-fitrah): Kesucian dan kecenderungan alami manusia untuk mengikuti kebenaran (agama yang haq).
Kandungan Hadits
Hadits ini mengandung banyak pelajaran penting:
- Menetapkan kebenaran peristiwa Isra’ Nabi ﷺ
- Menunjukkan bimbingan Allah kepada Rasul-Nya
- Menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah
- Menunjukkan keutamaan susu sebagai simbol kebaikan dan kesucian
- Menjelaskan bahwa khamer adalah minuman yang buruk
- Menegaskan bahwa khamer adalah sumber berbagai kerusakan
- Mengisyaratkan bahwa kerusakan suatu umat dapat disebabkan oleh khamer
Pelajaran Penting
- Disunnahkan untuk memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah) setiap kali mendapatkan nikmat, baik yang terlihat maupun yang tidak.
- Syukur bukan hanya ucapan, tetapi juga sikap hati dan amal.
- Nikmat Allah akan terus bertambah bagi orang yang bersyukur.

Foto by:pixbay
Penutup
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Dialah yang Maha Terpuji di dunia dan di akhirat, dalam setiap keadaan.
Tiada ilah selain Dia, dan tiada Rabb selain Dia.
Footnote
Al-Hilali, Salim bin ‘Ied. 2008. Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 4. Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i.
