Doa-Doa Utama Ramadhan. Ramadhan adalah bulan doa. Di setiap waktu berbuka dan malam-malam mulia, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa-doa penuh makna yang menenangkan hati dan menguatkan iman. Mari kita hidupkan Ramadhan dengan doa-doa yang dicontohkan beliau.
Doa Ketika Berbuka Puasa
Hendaknya kita membaca doa setelah membatalkan puasa, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Diriwayatkan bahwa:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ
Artinya:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa:”
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabaẓ-dzama’u wabtallatil-‘urūqu, wa tsabatal-ajru in syā’aLlâh.
Artinya:
“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2357, An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra no. 3315 dan selainnya.
Lihat Irwaul Ghalil no. 920.

Foto by: pixbay
Doa Ketika Berbuka Puasa di Tempat Orang Lain
Diriwayatkan di dalam Sunan Abi Dawud dan kitab-kitab lainnya dengan sanad yang shahih, dari Anas رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ pernah datang kepada Sa‘ad bin ‘Ubadah. Lalu Sa‘ad menyuguhkan roti dan anggur kering kepada beliau, dan beliau pun memakannya. Kemudian Nabi ﷺ bersabda:
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ،
وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ.
Afṭhara ‘indakumus-ṣā’imūn, wa akala ṭa‘āmakumul-abrār, wa ṣallat ‘alaikumul-malā’ikah.
Artinya:
“Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di tempat kalian, makanan kalian telah dimakan oleh orang-orang yang baik, dan para malaikat telah mendoakan kalian.”
Diriwayatkan pula di dalam kitab Ibnus Sunni dari Anas رضي الله عنه, ia bercerita bahwa Nabi ﷺ jika berbuka puasa di tempat suatu kaum, maka beliau mendoakan mereka dengan doa tersebut.
Hadits ini shahih, sebagaimana tercantum dalam:
Shahih Kitaab al-Adzkaar wa Dha‘iifuhu, Syaikh Salim al-Hilali no. 399.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3854), Ahmad (III/138), al-Baihaqi (VII/287), dan selain mereka, melalui jalur ‘Abdurrazzaq, dari Ma‘mar, dari Tsabit, dari Anas secara marfu‘.
Penulis mengatakan:
“Ini adalah sanad yang shahih. Hadits ini juga memiliki beberapa jalur lain dari Anas رضي الله عنه.”
Baca juga Doa Melihat Hilal Sunnah
Doa Ketika Menjumpai Malam Lailatul Qadar
Diriwayatkan dengan sanad yang shahih di dalam Jami‘ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan selainnya, dari ‘Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:
“Pernah aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui Lailatul Qadar, maka doa apa yang harus aku ucapkan?’
Beliau ﷺ menjawab: Ucapkanlah:”
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibb-ul-‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”
At-Tirmidzi mengatakan:
“Hadits ini hasan shahih.”
Para sahabat kami mengatakan:
“Disunnahkan untuk memperbanyak doa ini ketika menjumpai Lailatul Qadar. Disunnahkan pula membaca Al-Qur’an serta memperbanyak dzikir dan doa-doa yang dianjurkan di tempat-tempat yang mulia.”
Imam asy-Syafi‘i رحمه الله berkata:
“Disunnahkan bersungguh-sungguh dalam ibadah pada siang harinya sebagaimana kesungguhan pada malam harinya.”
Hadits ini tercantum dalam:
Shahih Kitaab al-Adzkaar wa Dha‘iifuhu, Syaikh Salim al-Hilali no. 400 dan 401.
Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3580), Ibnu Majah (no. 3850), an-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 872–877), Ahmad (VI/171, 182, 183, 258), al-Hakim (1/530), dan Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 765).
Dan hadits ini adalah shahih.
Referensi
-
Kitab Al-Adzkar: Kumpulan Doa dan Dzikir, Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Jilid 1, Pustaka Imam Syafi‘i, Jakarta, 2004.
-
Apa yang dibaca ketika hendak berbuka puasa?, Almanhaj.or.id — https://almanhaj.or.id/3334-apa-yang-dibaca-ketika-hendak-berbuka-puasa.html

