Ilmu adalah cahaya yang membimbing langkah seorang muslim menuju kebaikan. Dalam Islam, kedudukan ilmu sangatlah tinggi hingga Allah Ta’ala memerintahkan Rasul-Nya ﷺ untuk terus berdoa: “Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu” (QS. Thaahaa: 114). Doa ini menunjukkan betapa mulia dan utamanya ilmu dalam kehidupan.
Seorang muslim tidak hanya dituntut untuk beribadah, tetapi juga memahami ilmunya. Dengan ilmu, ibadah menjadi benar. Dengan ilmu, kehidupan menjadi terarah. Dan dengan ilmu pula, seorang hamba akan semakin dekat kepada Allah serta ditinggikan derajatnya.
Maka, membicarakan keutamaan ilmu dalam Islam bukan sekadar teori, melainkan sebuah motivasi agar kita terus belajar, memperdalam agama, serta mengamalkan ilmu yang kita miliki demi meraih ridha Allah.

Foto by:pixbay
Perintah Allah untuk Memohon Ilmu
Allah Ta’ala berfirman:
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“… Dan katakanlah: Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
(QS. Thaahaa: 114)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah memerintahkan hamba dan Rasul-Nya untuk terus memohon tambahan ilmu. Rasulullah ﷺ pun senantiasa menambah ilmu hingga beliau wafat. Tidak ada perintah bagi beliau untuk meminta tambahan dunia, harta, atau kedudukan, melainkan hanya tambahan ilmu. Ini menjadi bukti keutamaan ilmu dalam Islam.
Perbedaan Orang Berilmu dan Tidak Berilmu
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“… Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)
Ayat ini berbentuk pertanyaan retoris yang sebenarnya bermakna penegasan: orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak berilmu. Hanya orang yang cerdas yang mampu memahami nilai dan kedudukan ilmu yang sesungguhnya.
Baca juga Keutamaan dan Adab Sedekah
Kedudukan Orang yang Berilmu
Allah Ta’ala juga berfirman:
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang beriman dan berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi. Namun, yang dimaksud bukan semua jenis ilmu, melainkan ilmu yang dibawa Rasulullah ﷺ—yaitu ilmu agama. Inilah ilmu yang menjadi sebab seseorang ditinggikan derajatnya oleh Allah.
Ulama adalah Orang yang Paling Takut kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.”
(QS. Faathir: 28)
Ayat ini menunjukkan bahwa rasa takut kepada Allah lahir dari pemahaman yang mendalam tentang Allah. Semakin seseorang mengenal Allah—dengan nama, sifat, dan kebesaran-Nya—maka semakin besar rasa takut dan tunduknya kepada-Nya.
Takut kepada Allah bukan diukur dari banyaknya bicara atau banyaknya kitab yang dimiliki, melainkan sejauh mana kewajiban Allah dilaksanakan dengan penuh pengharapan dan rasa takut (ar-rajaa’ wal khauf).
Hadits tentang Keutamaan Ilmu
Dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
“Barang siapa dikehendaki Allah untuk menjadi orang baik, maka Allah membuatnya memahami agama.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim, Muttafaq ‘alaih)
Pengesahan hadits:
Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1/164 – Fat-h) dan Muslim (1037).
Kandungan Hadits
-
Barang siapa tidak memperdalam pengetahuan agama, maka ia tidak akan mendapatkan kebaikan yang sempurna.
-
Hadits ini menjelaskan bahwa ulama memiliki keutamaan lebih dibanding orang selain mereka.
-
Memperdalam ilmu agama lebih utama dibandingkan ilmu-ilmu lainnya.
-
Ilmu tidak hanya didapat dengan dicari, tetapi juga dengan usaha, doa, dan pertolongan Allah agar diberi pemahaman yang benar serta tujuan yang baik.
Penutup
Ilmu adalah cahaya yang akan membimbing seorang muslim menuju kebaikan dunia dan akhirat. Dengan ilmu, seorang hamba akan semakin dekat dengan Allah, semakin takut kepada-Nya, dan semakin mudah dalam menjalankan kewajiban syariat.
Karena itu, mari kita senantiasa berdoa sebagaimana perintah Allah:
رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dimuliakan dengan ilmu, ditinggikan derajatnya, dan diberi pemahaman yang benar dalam agama.
Bogor, 06 Oktober 2025
Ummu Haris
Referensi
Al-Hilali, S. bin ‘Ied. (2008). Syarah Riyadhush Shalihin (Vol. 4). Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

