Beriman kepada Rububiyah Allah. Memahami iman kepada rububiyah Allah lengkap dengan dalil naqli dan aqli berdasarkan Al-Qur’an. Pembahasan mudah dipahami dan sesuai akidah Ahlus Sunnah.
Salah satu pondasi utama dalam akidah Islam adalah iman kepada rububiyah Allah. Keyakinan ini menegaskan bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah satu-satunya Rabb yang menciptakan, memiliki, mengatur, memberi rezeki, menghidupkan, dan mematikan seluruh makhluk.
Keimanan terhadap rububiyah Allah bukanlah perkara baru, karena sejak dahulu seluruh manusia — termasuk kaum musyrikin — telah mengakui hal ini. Namun, pengakuan tersebut belum tentu mengantarkan seseorang kepada tauhid yang sempurna, hingga ia juga mengesakan Allah dalam ibadah.

Foto by: pixbay
Pengertian Rububiyah Allah
Rububiyah berasal dari kata Rabb, yang maknanya adalah:
-
Pencipta
-
Pemilik
-
Pengatur
-
Pemelihara seluruh makhluk
Maka iman kepada rububiyah Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu di alam semesta berada di bawah kekuasaan Allah semata, tanpa sekutu apa pun.
Dalil Naqli tentang Rububiyah Allah
1. Penegasan Allah tentang Rububiyah-Nya
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”
(QS. Al-Fatihah: 2)
Allah juga menegaskan:
قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ
“Katakanlah, ‘Siapakah Rabb langit dan bumi?’ Katakanlah, ‘Allah’.”
(QS. Ar-Ra‘d: 16)
Dan firman-Nya:
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَرَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ
“Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.”(QS. Ad-Dukhan: 7–8)
Ayat-ayat ini menegaskan bahwa rububiyah Allah mencakup seluruh makhluk, dari langit hingga bumi.
2. Perjanjian Fitrah Manusia
Allah mengabarkan tentang perjanjian yang diambil dari seluruh keturunan Adam:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا
“Bukankah Aku ini Rabb kalian? Mereka menjawab: Betul, kami bersaksi.”
(QS. Al-A‘raf: 172)
Ayat ini menunjukkan bahwa pengakuan terhadap rububiyah Allah telah tertanam dalam fitrah setiap manusia.
3. Pengakuan Kaum Musyrikin
Allah menegakkan hujjah atas kaum musyrikin melalui pengakuan mereka sendiri:
قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ
“Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?”Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?”(QS. Al-Mu’minun: 86–87)
Mereka mengakui rububiyah Allah, namun tetap menyekutukan-Nya dalam ibadah.
4. Kesaksian Para Nabi dan Rasul
Seluruh nabi mengakui rububiyah Allah dalam doa dan ibadah mereka.
Contohnya doa Nabi Adam عليه السلام:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”(QS. Al-A‘raf: 23)
Begitu pula doa Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim عليهما السلام, yang semuanya menunjukkan pengakuan mutlak terhadap rububiyah Allah.
Baca juga Keutamaan Ilmu
Dalil Aqli tentang Rububiyah Allah
1. Allah Maha Esa dalam Penciptaan
Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menciptakan sesuatu, meskipun sangat kecil.
Allah berfirman:
أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ
“Ingatlah, menciptakan dan mengatur hanyalah milik Allah.”
(QS. Al-A‘raf: 54)
2. Allah Satu-satunya Pemberi Rezeki
Allah berfirman:
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.”
(QS. Hud: 6)
Jika tidak ada pemberi rezeki selain Allah, maka inilah bukti rububiyah-Nya.
3. Kesaksian Fitrah Manusia
Manusia secara fitrah merasa lemah dan bergantung kepada Rabb-nya, terutama ketika tertimpa musibah. Pada saat itulah hati kembali mengakui bahwa hanya Allah tempat bergantung.
Allah berfirman:
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).”
(QS. Al-‘Ankabut: 61)
4. Kepemilikan dan Pengaturan Mutlak Milik Allah
Manusia lahir tanpa membawa apa pun dan kembali kepada Allah tanpa membawa harta atau jabatan. Maka pemilik sejati alam semesta hanyalah Allah.
Inilah hakikat rububiyah:
menciptakan, memiliki, memberi rezeki, mengatur, dan menguasai seluruh urusan.
Hubungan Rububiyah dan Uluhiyah
Pengakuan terhadap rububiyah Allah belum cukup untuk menjadikan seseorang sebagai mukmin sejati, sampai ia juga mengesakan Allah dalam ibadah (tauhid uluhiyah).
Inilah sebab kaum musyrikin tetap dihukumi kafir meskipun mereka mengakui Allah sebagai Rabb.
Iman kepada rububiyah Allah merupakan fondasi utama tauhid. Seluruh dalil naqli dan aqli menunjukkan dengan jelas bahwa:
-
Allah adalah satu-satunya Rabb
-
Allah Maha Esa dalam penciptaan dan pengaturan
-
Seluruh makhluk bergantung kepada-Nya
Semoga pemahaman ini menambah keimanan kita dan mengokohkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
Al-Jazā’irī, Syaikh Abu Bakr Jābir. Minhājul Muslim: Konsep Hidup Ideal dalam Islam. Jakarta: Darul Haq, 2015, hlm. 6–15.
TafsirWeb.com. “Tafsir Surat Al-‘Ankabut Ayat 61.” Diakses dari: https://tafsirweb.com/7287-surat-al-ankabut-ayat-61.html

