Makna Tauhid Uluhiyah

Makna Tauhid Uluhiyah

Makna Tauhid Uluhiyah. Beriman kepada Uluhiyah Allah atas Seluruh Makhluk.

Pernahkah kita bertanya, mengapa hanya Allah yang berhak disembah? Mengapa seluruh nabi membawa dakwah yang sama: mengajak manusia mentauhidkan Allah? Inilah inti ajaran Islam yang menjadi pembeda antara tauhid dan kesyirikan. Memahami uluhiyah Allah bukan sekadar ilmu, tetapi pondasi keselamatan hidup seorang Muslim.

Seorang Muslim wajib beriman kepada uluhiyah Allah atas seluruh makhluk. Maksudnya, meyakini dengan sepenuh hati bahwa tidak ada sesembahan yang benar dan berhak disembah selain Allah semata. Tidak ada yang layak diibadahi, diagungkan, dimuliakan, dan disucikan kecuali Allah Ta’ala.

Keyakinan ini dibangun di atas dalil-dalil naqli (Al-Qur’an dan Sunnah) serta dalil ‘aqli (akal sehat). Semua itu merupakan bagian dari hidayah Allah kepada hamba-Nya. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang memperoleh hidayah. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk.

Catatan:
Uluhiyah berarti keberhakan Allah untuk disembah dan diibadahi. Maka uluhiyah Allah bermakna bahwa hanya Allah yang berhak disembah, diibadahi, diagungkan, dimuliakan, dan disucikan.


Dalil-Dalil Naqli tentang Uluhiyah Allah

1. Kesaksian Allah, Malaikat, dan Orang-Orang Berilmu

Allah sendiri bersaksi atas keesaan-Nya dalam uluhiyah. Demikian pula para malaikat dan orang-orang berilmu.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan demikian. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. Ali ‘Imran: 18)

Ayat ini menunjukkan betapa agungnya tauhid uluhiyah, sampai Allah sendiri bersaksi atasnya.

Foto by: pixbay


2. Penegasan Allah dalam Banyak Ayat Al-Qur’an

Allah berulang kali menegaskan bahwa hanya Dia satu-satunya sesembahan yang benar.

Ayat Kursi

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

“Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur.”
(QS. Al-Baqarah: 255)

Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah: 163)

Firman Allah kepada Nabi Musa

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي

“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku.”
(QS. Thaha: 14)

Perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah.”
(QS. Muhammad: 19)

Allah Memperkenalkan Diri-Nya

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ

“Dialah Allah yang tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja Yang Mahasuci.”
(QS. Al-Hasyr: 22–23)


3. Dakwah Para Rasul kepada Kaumnya

Seluruh rasul membawa dakwah yang sama: mengajak manusia untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan kesyirikan.

Dakwah Nabi Nuh

يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

“Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.”
(QS. Al-A‘raf: 59)

Dakwah Nabi Hud, Shalih, dan Syu‘aib

يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

“Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.”
(QS. Al-A‘raf: 65, 73, 85)

Ucapan Nabi Musa kepada Bani Israil

أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Patutkah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia telah melebihkan kalian atas segala umat pada masa itu?”
(QS. Al-A‘raf: 140)

Ucapan ini disampaikan Nabi Musa ketika Bani Israil meminta dibuatkan patung sesembahan.

Doa Nabi Yunus

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Anbiya: 87)

Syahadat Nabi Muhammad ﷺ dalam Tasyahud

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.”


Dalil-Dalil ‘Aqli tentang Uluhiyah Allah

Selain dalil wahyu, akal sehat juga menunjukkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.

1. Rububiyah Allah Mengharuskan Uluhiyah-Nya

Allah adalah Rabb yang menghidupkan dan mematikan, memberi rezeki dan menahan pemberian, mendatangkan manfaat dan menolak mudarat. Maka, Dzat yang memiliki seluruh kekuasaan itu sajalah yang berhak disembah.

Karena itu, manusia wajib:

  • menyembah-Nya,
  • menaati-Nya,
  • mencintai-Nya,
  • mengagungkan-Nya,
  • berharap hanya kepada-Nya,
  • serta takut kepada-Nya.

2. Seluruh Makhluk Bergantung kepada Allah

Semua makhluk berada di bawah rububiyah Allah. Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki, mengatur urusan, dan menjalankan seluruh keadaan mereka.

Maka tidak masuk akal apabila makhluk yang lemah dan bergantung kepada Allah justru dijadikan sesembahan. Sesuatu yang diciptakan tidak mungkin menjadi tuhan.

Karena itu, setelah dipastikan bahwa makhluk tidak pantas disembah, maka pasti Sang Pencipta-lah satu-satunya Tuhan yang benar dan berhak diibadahi.


3. Kesempurnaan Sifat-Sifat Allah

Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang mutlak:

  • Mahakuat,
  • Mahakuasa,
  • Mahatinggi,
  • Mahabesar,
  • Maha Mendengar,
  • Maha Melihat,
  • Maha Penyantun,
  • Maha Penyayang,
  • Mahahalus,
  • Maha Mengetahui.

Kesempurnaan sifat-sifat ini menuntut hati manusia untuk tunduk kepada-Nya dengan penuh cinta, pengagungan, harapan, dan rasa takut.

Demikian pula seluruh anggota tubuh seharusnya tunduk dalam ketaatan dan ibadah hanya kepada Allah semata.

Baca juga Beriman Kepada Allah ﷻ


Tauhid uluhiyah merupakan inti dakwah seluruh nabi dan rasul. Seorang Muslim tidak cukup hanya meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur alam semesta, tetapi juga wajib mengesakan Allah dalam seluruh bentuk ibadah.

Karena itu:

  • doa hanya ditujukan kepada Allah,
  • ibadah hanya untuk Allah,
  • rasa takut, harap, dan tawakal hanya kepada Allah,
  • serta segala bentuk pengagungan tertinggi hanya diberikan kepada Allah semata.

Inilah makna agung dari kalimat:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah.”

Referensi
  1. Al-Qur’anul Karim.
  2. Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri. Minhajul Muslim. Jakarta: Darul Haq, 2015.